Puncak Gunung Pencu Di Bogorejo


Rehat dari sibuknya aktivitas selama sepekan, setidaknya butuh penyegaran dengan cara berwisata atau berkunjung ke lokasi wisata bersama teman, keluarga ataupun bisa saja sendirian. Ada beberapa pilihan tempat wisata alam yang dapat dikunjungi, namun untuk kali ini saya menjatuhkan pilihan ke puncak gunung pencu di bogorejo yang katanya merupakan lokasi wisata alam yang baru di Blora dan banyak digandrungi kawula muda.

Gunung Pencu berada di wilayah Kecamatan Bogorejo, tepatnya di sebelah utara Desa Gayam. Lokasi Gunung Pencu dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Blora. Gunung Pencu berada pada kawasan pegunungan kapur utara di sebelah timur laut Kabupaten Blora.

Pegunungan kapur ini membentang hingga Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lokasinya yang berada pada perbatasan dua provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur, membuat Kecamatan Bogorejo ini sering digunakan oleh truk-truk pengangkut batu kapur sebagai jalur alternatif distribusi pertambangan.

Sebelum meneruskan perjalanan menuju gunung pencu, sejenak menyempatkan singgah di Sabrangan (perbatasan Desa Gayam dan Desa Gandu). Lokasi ini menyuguhkan pemandangan kawasan pegunungan karst. Kawasan karst merupakan kawasan batuan karbonat yang memperlihatkan bentuk lapisan karst. Kawasan karst tersebut berada di sepanjang jalan di Desa Gandu di sisi kanan dan kirinya.

Desa Gandu memiliki topografi sebesar 15-40% dengan ketinggian sekitar 400 m di atas permukaan laut, dimana daerah tersebut merupakan daerah pegunungan. Di bawah tebing batuan tersebut terdapat sungai yang masih jernih airnya. Di salah satu sudut tebing terdapat sebuah goa, tetapi ukurannya relatif kecil. Dulu pemerintah setempat sempat membangun sebuah jembatan gantung dan pendapa. Namun, kini jembatan gantung dengan berbagai fasilitas yang ada di lokasi tersebut sudah tak berfungsi dan rusak karena kurang adanya pengawasan dan pemeliharaan.

Puas menikmati pemandangan hutan jati dan batuan karst, berlanjut perjalanan ke Gunung Pencu. Kendaraan dapat dititipkan ke salah satu rumah warga setempat, karena perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Di samping kanan dan kiri jalan setapak, saya harus melewati ladang (persil) milik warga yang sedang ditanami jagung, cabai rawit, serta tanaman persil lainnya. Kurang lebih dua puluh menit berjalan, sampailah di “puncak” Gunung Pencu.


Seluas mata memandang terbentang hutan jati yang luas dan kegiatan penambangan batu kapur. Sejenak melepas rasa lelah dengan menghirup segarnya udara di atas pegunungan, tak lupa sambil berfoto ria berlatar belakang pemandangan alam. Meskipun akhirnya terpaksa harus photo selfie, karena tak ingin mengganggu beberapa pasangan muda- mudi yang sedang berpacaran.

Gunung Pencu akhir-akhir ini banyak dikunjungi, terutama pelajar dan muda- mudi. Hal ini tentunya menjadi potensi yang menjanjikan bagi masyarakat setempat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi alam yang sangat menarik untuk dikunjungi ini. Seperti membangun kembali sarana wisata jembatan gantung di Sabrangan dan memperkuat pagar besi yang ada di lokasi Gunung Pencu. Selain itu, warga setempat dapat diajak untuk bekerjasama dalam pemeliharaan alam serta fasilitas yang ada di sekitar pegunungan.


Sudah selayaknya kabupaten Blora mulai berbenah diri dan lebih giat lagi memperkenalkan tempat wisata alternatif yang baru. Hal tersebut akan sedikit banyak berimbas pada peningkatan perekonomian di sekitar lokasi wisata, sehingga kemakmuran warga dapat ditingkatkan. Sebagai warga Blora asli, akan ikut merasa bangga jika daerah atau desa disekitar gunung pencu dapat berkembang perekonomiannya.

Daripada berkunjung atau berwisata ke daerah lain yang belum tentu memuaskan. Mengapa tidak di daerah sendiri yang memiliki tempat- tempat yang eksotis, seperti "puncak gunung pencu di bogorejo" ini!!!.